6 Juli 2015 - 11:02
Sunni-Syiah Harus Perkuat Solidaritas

Khatib Jumat Tehran menekankan urgensi memperkuat persatuan dan solidaritas bangsa-bangsa Muslim baik Syiah maupun Ahlu Sunnah dalam menghadapi konspirasi memecah belah umat Islam.

Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Mohammad Emami Kashani, Khatib Jumat Tehran menilai kondisi hari ini Dunia Islam sulit dan sensitif. Ia mengatakan, "Musuh-musuh Islam mengerahkan kemampuannya untuk menyulut perang dan pertempuran di antara umat Islam."

Ayatullah Kashani menegaskan, "Dibentuknya kelompok-kelompok teroris seperti ISIS, Front Al Nusra dan Taliban adalah untuk menyulut api perang di Dunia Islam. Langkah itu termasuk dalam program yang didiktekan kepada beberapa negara Arab seperti Arab Saudi oleh rezim Zionis Israel dan imperialis dunia untuk menghancurkan Muslimin."

Ia menjelaskan, "Sebagian negara kawasan, tanpa menyadari dampak-dampak konspirasi musuh Islam, menyalurkan uang mereka untuk melatih dan mempersenjatai kelompok teroris serta menyebarkan pemikiran Takfiri."

Menurut Khatib Jumat Tehran, keberadaan kelompok-kelompok teroris di kawasan dan jaringan satelit anti-Islam hakiki, merupakan masalah penting umat Islam. Ia mengimbau ulama dan tokoh Dunia Islam untuk mencegah aksi-aksi menyerang Islam dan kemanusiaan dengan penyadaran terhadap masyarakat.

"Sebagian negara Barat mengira dengan mendukung kelompok teroris di Suriah, Irak dan Lebanon serta negara lainnya, ia hanya memukul Muslimin dan meraih keuntungan. Padahal, api fitnah pada akhirnya akan melahap para pendukung teroris sendiri," tegasnya.

Imam Jumat Tehran mengatakan bahwa solusi seluruh permasalahan ini adalah memperkuat persatuan di antara bangsa-bangsa Muslim. Lebih lanjut ia menerangkan, "Jumat akhir setiap bulan Ramadhan adalah Hari Al Quds Sedunia, saat itulah waktu yang tepat untuk menjaga persatuan dan solidaritas Muslimin dunia."

Ayatullah Kashani juga mengecam aksi teror terbaru terhadap warga Muslim Syiah di Saudi dan Kuwait. Ia berharap Muslim Syiah dan Ahlu Sunnah dengan kewaspadaan penuh, mampu mengidentifikasi konspirasi pecah belah, memerangi dan mengalahkannya. (IRIB)